Dilema dunia multifinance di Indonesia saat ini berkisar pada perlambatan ekonomi, penurunan daya beli masyarakat, dan suku bunga tinggi yang meningkatkan risiko kredit. Industri ini dituntut menyeimbangkan pertumbuhan piutang (target 6-8% pada 2026) dengan manajemen risiko yang ketat, sekaligus menghadapi tingginya pengaduan konsumen terkait perilaku penagihan